Sabtu, 24 September 2022 - 20:45 WIB

Wakapolri tegaskan program vaksin booster terus berlanjut

Jakarta (ANTARA) -

Wakil Kepala Polisi RI (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan program vaksinasi dosis ketiga atau penguat (booster) harus terus dilanjutkan meski angka kasus berat COVID-19 melandai.

"COVID-19 ini belum usai, ini kesadaran masyarakat datang ke sini untuk vaksin booster. Tentunya akan mencegah masyarakat agar tidak terpapar COVID-19," kata Gatot saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Booster yang digelar Korlantas Polri di Jakarta, Sabtu.

Kata dia, kegiatan tersebut akan terus disalurkan ke wilayah-wilayah lain untuk mencakup seluruh masyarakat yang belum sempat vaksinasi.

Baca juga: Pemerintah daerah diminta tingkatkan cakupan vaksinasi
 
"Antusias masyarakat tampak cukup tinggi," ujarnya.
 
Menurut jenderal bintang tiga itu, vaksinasi dilakukan guna menjaga imun masyarakat dari terpaparnya virus COVID-19 yang masih ada di Indonesia. Polri bersama tenaga kesehatan yang lainnya akan terus bekerja sama, agar masyarakat terbebas dari COVID-19.
 
"Kita akan terus berlanjut ditempat yang lainnya untuk mendukung kebijakan pemerintah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat," katanya menegaskan.
 
Wakapolri berharap, warga yang belum mendapat vaksin, segara mendatangi lokasi pelayanan vaksinasi.
 
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut mensukseskan vaksinasi booster dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di dalam rumah maupun luar ruangan.
 
Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dosis ketiga atau booster.
 
"Dimohon kepada seluruh pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan vaksin booster dan segera mengidentifikasi serta mendorong warganya yang belum booster," ujarnya.
 
Ia mengatakan vaksinasi booster perlu terus dikejar, salah satu caranya yakni dengan menegakkan peraturan yang mengharuskan masyarakat untuk vaksin booster agar dapat mengakses fasilitas publik.
 
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh COVID-19 karena kasus kematian di Indonesia masih relatif tinggi.
 
"Sekali lagi, kesadaran untuk vaksin booster kembali pada masing-masing individu sebagai tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan orang lain," tuturnya.

Baca juga: 63,13 juta orang di Indonesia telah menerima vaksinasi dosis penguat
Baca juga: 204,42 juta warga RI telah mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Media Berita Terkini, Secepat Kilat!

© 2021 DTKNews. All Rights Reserved.