Kamis, 01 Desember 2022 - 18:45 WIB

Coaching Clinic Jurnalistik jadi pembuka Program Tegalboto Memanggil

Program Tegalboto Memanggil merupakan ajang silaturahmi para alumni dengan civitas akademika Unej,
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kegiatan Coaching Clinic Jurnalistik (CCJ) menjadi pembuka dalam Program Tegalboto Memanggil jilid kedua yang digelar Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) dalam rangka Dies Natalis ke-58 Universitas Jember (Unej).

Pelatihan dan praktik langsung menjadi jurnalis itu dibuka oleh Rektor Unej Iwan Taruna di Auditorium kampus setempat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

"Pelatihan jurnalistik untuk para mahasiswa menjadi menu wajib di setiap event Dies Natalis Unej karena tidak terlepas dari banyaknya alumni Unej yang meniti karier sebagai jurnalis yang berpengaruh di media nasional maupun daerah," kata Koordinator Program Tegalboto Memanggil 2 Bambang Asrini Widjanarko di kampus Unej.

Setelah sempat tertunda selama dua tahun karena pandemi COVID-19, lanjut dia, pelatihan jurnalistik kali ini digelar secara luring di Kampus Tegalboto Unej dengan menghadirkan para jurnalis senior alumni Unej yang saat ini menjadi pimpinan media massa nasional maupun daerah sebagai narasumber utama.

Para narasumber yakni Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Ahmad Munir yang memberikan materi secara daring, sedangkan lainnya memberikan materi secara luring di antaranya Direktur Jawa Pos Marsudi Nur Wahid, mantan jurnalis Tempo yang juga Pendiri Kediripedia Dwijo Utomo Maksum, dan Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim.

"Kami bisa membaca antusiasme para mahasiswa, dosen dan pimpinan universitas ketika program Tegalboto Memanggil 2 yang di dalamnya ada Coaching Clinic Jurnalistik dipresentasikan," tuturnya.

Menurut dia, semua pihak baik dari Rektorat, Kauje, mahasiswa, serta civitas akademika  mendukung kegiatan tersebut sehingga menjadi semangat tanpa batas bagi panitia untuk mewujudkannya.

"Jumlah mahasiswa yang mendaftarkan diri mengikuti CCJ sudah melebihi kuota, sehingga pertanda semangat mahasiswa untuk meningkatkan soft skill jurnalistik tidak pernah padam, meski secara formal Unej belum memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi," katanya.

Tidak kalah dengan mahasiswa, para jurnalis alumni Unej yang sudah menduduki posisi strategis di beberapa perusahaan media juga siap dipanggil untuk pulang ke kampus Tegalboto untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa.

"Kalau kampus Tegalboto sudah memanggil, ya tidak ada kata lain kecuali harus siap sedia untuk datang," kata Dirpem LKBN ANTARA Ahmad Munir yang merupakan alumni FISIP Unej.

Sementara Rektor Unej Iwan Taruna menyambut baik kegiatan Coaching Clinic Jurnalistik yang memanggil sejumlah alumni yang memiliki kiprah luar biasa di sejumlah perusahaan media nasional.

"Program Tegalboto Memanggil merupakan ajang silaturahmi para alumni dengan civitas akademika Unej. Hal itu merupakan bentuk kepedulian para alumni kepada Universitas Jember," tuturnya.

Iwan menjelaskan, banyaknya alumni Unej yang sukses di bidang jurnalistik menjadi inspirasi bagi mahasiswa agar percaya diri bahwa lulusan Unej bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

"Contoh Pak Ahmad Munir yang meniti karir sebagai penyiar Radio Akbar di Jember kini bisa menjadi Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA. Itu sangat luar biasa," katanya.

Ia berharap para alumni yang sukses tersebut dapat menginspirasi semua civitas akademika untuk memberikan kontribusi dan mewarnai dalam keunggulan Kampus Universitas Jember.

Baca juga: Dirpem ANTARA edukasi mahasiswa Unej tentang jurnalisme warga
Baca juga: Dirpem LKBN ANTARA paparkan tantangan perkembangan media

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Media Berita Terkini, Secepat Kilat!

© 2021 DTKNews. All Rights Reserved.