Kamis, 01 Desember 2022 - 18:59 WIB

Kacau! Pabrik Tekstil RI Sudah Pangkas Lebih 100.000 Buruh

Kacau! Pabrik Tekstil RI Sudah Pangkas Lebih 100.000 Buruh

Foto: Suasana sepi pabrik garmen PT. Fotexco Busana International, Gn. Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2022). (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)


Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) diam-diam masih terus berlanjut di dalam negeri. Di tengah keadaan yang disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kondisi tak normal.

Presiden bahkan berulang kali memperingatkan anak buahnya agar berhati-hati dan waspada. Agar tidak salah membuat kebijakan di saat inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi yang anjlok, krisis energi, krisis pangan, dan krisis finansial yang masih mengancam.

Terbukti, industri padat karya di dalam negeri, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT) saat ini jadi korban krisis yang melanda dunia. Inflasi tinggi di negara-negara tujuan ekspor memicu penurunan dan pembatasan order ke pabrik-pabrik TPT di Tanah Air.

Akibatnya, terjadi penurunan kapasitas produksi. Hingga menyebabkan efisiensi karyawan, dengan merumahkan bahkan PHK.

"Perumahan karyawan masih terus terjadi," kata Sekjen Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta kepada CNBC Indonesia, Rabu malam (30/11/2022).

"Pengurangan karyawan sudah di atas 100 ribu. Ada yang dirumahkan, dikurangi jam kerja, pemutusan kontrak, hingga PHK," tambahnya.


Kondisi itu, ujarnya, terjadi di industri tekstil dari hulu ke hilir.

"(Lokasinya) Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Redma.

Gejala merumahkan karyawan ini sudah berlangsung sejak bulan lalu. Redma mengatakan, kapasitas produksi pabrik TPT terus turun bahkan sampai 50% dan dikhawatirkan berlanjut sampai tahun 2023.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...h-100000-buruh

Ngeri

emoticon-Takut

Media Berita Terkini, Secepat Kilat!

© 2021 DTKNews. All Rights Reserved.